“Surat-surat Kartini menggambarkan dirinya sebagai manusia dalam konteks kondisi-kondisi local yang unik dan tatanan sejarah zamannya. Dari sana, ia muncul di panggung sejarah secara tiba-tiba dan mempelopori memberikan penjelasan serta ketegasan terhadap apa yang sebelumnya tak jelas, juga kurang dirasakan secara sadar”.