Ini adalah kisah enam anak manusia, terpisah ruang dan jarak. Mereka semua tak sating mengenal. Mereka semua tak mengerti. Namun, tanpa pernah mereka sadari, mereka telah terjebak dalam lingkaran takdir kematian. Tanpa bisa mereka tolak, kematian mengetuk pintu rumah mereka. Satu persatu. Dan sekarang, mereka harus menghadapi hal yang lebih menyakitkan dari kematian.
****
Gelap dan hening. Terlampau hening, bahkan. Jantangku mendadak berdegup lebih keras. Tanganku mcraba-raba, mencari pegangan untuk kemudian melangkah. Tak ada apa-apa, kecuali permukaan dinding yang memantulkan hawa dingin. Jari'jariku lantas mcnclusuri permukaan dinding secara perlahan. Penelusuran itu baru berakhir ketika jariku mendapati gumpalan cairan yang kental membasahi dinding. Aku mengendus, mencium bau anyir dari jariku yang baru saja menyentuh dinding.